Jumat, 08 Maret 2019

CINTA DI AKHIR NADA

Surya menjadi kian panas dan kucuran keringatku mulai menetes di dahiku. ada empat nyanyian lagi yang masih belum kunyanyikan, tapi saya telah tidak kapabel kembali untuk berdiri. Kesudahannya kupaksakan tubuh ini demi menghibur ribuan pendengar. Sampai pada hasilnya acara ini telah selesai.
Tiba di rumah, saya seketika lemas terkulai menanti waktu ku memejamkan mata . Kesudahannya saya terbaring tidur. Pagi itu Kicauan burung membangunkanku dari tidur. Saya merasakan usus perutku mulai protes berharap di beri makanan . Kemudian saya berjalan selangkah demi selangkah ke meja makan .
Sungguh terkejutnya saya mendapati meja makan yang banyak dengan makanan . “Siapa gerangan yang membuatkannya?” tanyaku di dalam hati . Lalu hadirlah sesosok wanita berambut panjang mengenakan pakaian putih hadir dari balik pintu dapur. rupanya dia ialah kekasihku .
Ia ialah Suzuka, wanita yang seperti itu saya cintai . Jujur, perhatian, Penyabar serta setia ialah sifatnya . Sudah cukup banyak nyanyian yang kubuat karena terinspirasi dari dia. Yang semula bidadari yang jatuh di lubuk hatiku dan kini berwujud sebagai kekasih hidupku .
“ Mulai kapan kau berada di sini? ”, tanyaku,
“ Dari mulai kau sedang tidur . ”, jawabnya dengan senyuman manis,
“ Mengapa kau tidak membangunkanku saja ? ”, tanyaku
“ kuamati kau terlalu letih dan merasakan tidurmu . ”, jawabnya.
Karena usu perutku mulai menjerit-jerit, ku seketika saja telan roti keju yang berada di depanku. Suzuka mengamatiku disertai senyuman .
“Lapar yah ?”, kata Suzuka dengan nada manja .
“He’eh”, sebut saya disertai kepala yang mengangguk.
Sebagian ketika kemudian , saya menerima telepon dari produser supaya datang pertemuan dengannya. Meskipun di hari itu pula saya ada janji dengan Suzuka buat mengantarnya berkunjung ke rumah orang tuanya yang berada di Bogor.
Kesudahannya harapan itu malahan lenyap telah dan Angel tidak akan berangkat pergi ke Bogor karena saya patut mengerjakan pertemuan dan mengerjakan proyek dengan produser. Saya hasilnya bermufakat dengan Angel apabila bulan depan saya nanti bersamanya ke Bogor .
Di masing masing malam saya membikin nyanyian dalam persiapan album baruku yang hendak dilaunching bulan depan. Jadi waktu senggangku habis cuman demi menjadikan nyanyian dan momen buat Suzuka menjadi terabaikan. Tiap-tiap kali Angel meminta saya untuk berjumpa, senantiasa saja saya mengelak karena alasan karier.
Tak sadar lewat tiga pekan telah saya tidak berjumpa dengan Suzuka. Perasaan kangen tumbuh subur dihatiku. Namun ketika saya berjumpa dengan Angel, sifatnya telah mulai agak berbeda. Ia kelihatan membisu dan cenderung pasif. Tak kayak lazimnya yang riang dan gampang untuk tersenyum. Kemungkinan dia sedikit naik darah karena saya seperti itu sibuknya dengan pekerjaan. Tentang seputar itu, saya tidak terlalu seperti itu menanggapinya.
Satu hari sebelum perilisan album , produser menggelar pertemuan dan diakhiri dengan check sound . Waktu yang kunantikan hasilnya datang. Saya harap perilisan album ini sesuai seperti yang saya harapkan dan album yang ku kerjakan bisa booming dipasaran .
Di awal acara saya menerima telepon dari Suzuka yang meminta janji supaya mengantarnya berkunjung ke Bogor. Kesudahannya kupilih keputusan supaya Angel berangkat dengan sendiri dan nantinya saya kan menyusul esok pagi. Tak ada jawaban , Angel tiba tiba menetapkan telepon . Hal hal yang demikian tidak kutanggapi secara serius. Dan acara malahan malahan berlangsung dengan sukses.
Tiba-tiba terdapat kabar yang membeberkan apabila Angel telah tertimpa kecelakaan lalu lintas. Seketika saja Saya malahan seketika datang ke rumah sakit . Namun kehadiranku telah telah. khususnya dulu Suzuka meninggal sebelum saya datang.
Air mataku seketika menetes dan terurai ketika saya mendapati seseorang yang saya cintai telah terbujur kaku di depanku. Wajahnya seolah olah tersenyum menyambut kedatanganku. Menyambut kedatangan orang yang tidak mempunyai mata hati .
Kulirik satu carik kertas di samping tubuh Angel yang sesungguhnya ialah pesan terakhirnya. Melalui pesan itu Angel merangkai tiga kata yang bikin saya benar benar menyesal . “ kunanti Kau Di sana “ Demikianlah pesan dari Angel sebelum dia pergi ke Bogor . Sebetulnya dia telah merasakan apa yang nantinya dia alami .
Mungkin , batu nisan memisahkan antara dunia kita , Namun dirimu senantiasa hadir di hidupku . Bersama di tiap-tiap detak jantung sampai masuk dalam palung jiwa . Penyesalan yang senantiasa hadir tidak akan bisa membawamu kembali. Namun saya percaya kau telah berbahagia berada di dalam singgasana surga .
Maafkan saya Suzuka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar