Senin, 11 Februari 2019

Contoh Laporan Kegiatan Pramuka

BAB I
1. Latar Belakang
Gerakan pramuka merupakan wadah yang tepat dalam pengembangan diri untuk seluruh anggota pramuka. Anggota pramuka tersebut harus mendapatkan berbagai kegiatan pramuka yang bersifat mendidik. Karena pramuka adalah tempat untuk menjalankan aktivitas para anggota pramuka tersebut.
Segala kegiatan yang ada di dalamnya juga harus terencana dengan baik, memiliki persiapan yang matang, serta bisa dinilai baik dari segi pendidikan maupun kejiwaan para anggota pramuka. Berdasarkan penjelasan tersebut maka evaluasi pelaksanaan gerakan pramuka ini disesuaikan dengan program gugus depan SMP Gunung Jati Bandung yang dibuat dalam laporan tertulis.
1. Sasaran kegiatan
Sasaran dari pelaksanaan kegiatan latihan mingguan adalah para anggota pramuka dari SMP Gunung Jati yang berada di gugus depan. Baik yang berasal dari kelas 7 dan 8, maupun yang berasal dari penggalangan inti kelas 7,8 dan 9.
2. Manfaat kegiatan
Manfaat kegiatan gerakan pramuka ini secara umum adalah untuk mengukur kemajuan kepramukaan di lingkungan gugus depan SMP Gunung Jati.
3. Pembiayaan pelaksanaan kegiatan
Pembiayaan kegiatan pramuka ini dibiayai oleh SMP Gunung Jati itu sendiri yang dialokasikan dari dana Bantuan Operasional Sekolah atau BOS.
BAB II
Laporan Kegiatan Pengembangan Diri Kepramukaan SMP Gunung Jati
1. Materi, waktu, tempat serta kegiatan latihan dari awal hingga akhir.
2. Materinya saja
• Waktu
Waktu pelaksanaan kegiatan ini disesuaikan dengan keadaan, namun waktu yang pasti dari kegiatan latihan adalah pukul 4 sore setiap hari Senin.
• Tempat
Tempat pelaksanaan kegiatan latihan mingguan dilaksanakan di sekolah SMP Gunung Jati, jika tidak di lapangan maka latihan dilakukan di dalam salah satu kelas.
• Isi kegiatan
Pelaksanaan kegiatannya mudah saja yang penting diisi dengan kegiatan yang mendidik dan juga menghibur agar para anggota pramuka tersebut tidak bosan.
• Hasil yang dicapai
Hasil yang dicapai oleh para anggota pramuka yang mengikuti kegiatan pelatihan ini ternyata mendapat hasil yang cukup memuaskan karena sekitar 75% dari anggota pramuka ini memahami dan dapat menangkap materi yang diberikan.
Yang lebih baik dari pemahaman materi ini adalah pengaplikasiannya di kehidupan sehari-hari pada lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, dan lingkungan sekolah tanpa melupakan ajaran moral yang diberikan oleh orang tua di rumah.
Dari 25% yang kurang memahami materi yang disajikan biasanya disebabkan oleh keterbatasan sarana dan prasarana yang mendukung yang berkaitan dengan latihan kepramukaan yang telah dilaksanakan.
Bukan tidak mungkin bahwa hambatan akan muncul pada kegiatan kepramukaan ini, hambatan yang terjadi di kegiatan latihan ini diantaranya sebagai berikut :
• Kurangnya semangat beberapa anggota pramuka dalam kegiatan pelatihan kepramukaan tersebut.
• Ada banyak anggota yang berdomisili di tempat yang cukup jauh dari sekolah sehingga agak sulit jika harus bolak balik sekolah dan rumah di hari yang sama.
• Kurangnya kesadaran para anggota akan pentingnya kegiatan kepramukaan.
• Kurangnya dukungan dari orang tua anggota pramuka yang masih beranggapan kegiatan kepramukaan itu termasuk kegiatan yang berbahaya misalnya berada di alam terbuka.
Saran yang diberikan untuk pelaksanaan kegiatan pramuka selanjutnya yaitu :
• Meminta dukungan dari seluruh wali kelas agar memotivasi anak-anak muridnya tentang pentingnya kegiatan kepramukaan ini.
• Diharapkan ada dukungan dari orang tua untuk mendukung dan memberi izin pada anak-anaknya untuk melaksanakan kegiatan kepramukaan tersebut.
BAB III
Penutup
Kesimpulan yang dapat ditarik dari kegiatan kepramukaan ini diantaranya yaitu :
1. Perlu dibentuknya kepengurusan gugus depan agar kinerja tenaga pendidik maupun kependidikan lebih terorganisir.
2. Kurangnya sarana pendukung dalam kegiatan latihan kepramukaan.
3. Masih adanya siswa yang enggan mengikuti pelatihan ini dan belum adanya kesadaran akan pentingnya latihan tersebut untuk kehidupan sehari-hari suatu hari nanti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar